Home arrow Agenda Sehati arrow Tips & Trick arrow "Tuhan Tidak Pintar Matematika ?"
PDF Print E-mail
Wednesday, 26 November 2008

"TUHAN TIDAK PINTAR MATEMATIKA ?"

 

Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya
dapat menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak
pintar matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti
empiris yang mendukung kesimpulan saya ini.


Sebagai seorang "fresh graduate", saya tak mungkin mengharapkan
penghasilan tinggi dalam waktu sekejap. Terlebih karena saya memegang
prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati.
Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan
yang dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu "memuaskan"
idealisme saya.

Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat
ini. Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di
ibukota, ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial
tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya.

Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama
bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih
dahulu lulus ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki
yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya
menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak
seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan
untuk mengirim adik ke bangku kuliah. Padahal logikanya pengeluaran
saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu
darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? wah,
ya dari berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya,
itu semua tidak mungkin. Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan
tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah
njomplang kok masih bisa terus hidup.

Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman. Ia mengaku kalau
semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang.
Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas.
Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis. Anehnya, begitu ia
berkeluarga dan memiliki anak,
dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan
uang untuk menabung.

Aneh bukan? Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama
dengan 1juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak
demikian bagi Tuhan.
Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu
juta dan masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar
matematika?

Ah, saya cuma bercanda kok. Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia
Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang
kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus
digarisbawahi: MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA. Saya
tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan
apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya
kira-kira demikian:

X= Y
dimana
X = pemberian Tuhan
Y = kebutuhan

Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta
pun,
Dia sudah "menghitung" kebutuhan kita dan menyediakan semua
lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.

Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang
"sukses" dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis.
Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri
dengan berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki
di hadapan saya. Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian
saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan
mencukupkan segala kebutuhan saya.

Bagus untuk bahan renungan.... have a nice day.

 

 
< Prev   Next >
Copyright @2008 CU Sehati